Menu

Bundo Kanduang Di Kota “Bareh Solok” Turun Kejalan Protes dr Fiera Lovita

Tingkuluak Balapak, biasanya busana ini digunakan ibu ibu di Ranah Minang pergi menghadiri undangan prosesi helat kenduri pernikahan, namun tidak sore kemaren (5/6), ibu ibu Bundo Kanduang kota Solok mengunakan busana adat tersebut turun kejalan. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan “Forum Peduli Masyarakat Solok.

Dibawah kata kata “Forum Peduli Masyarakat Solok” tertulis “Kami Hidup Berdampingan Aman Damai Dan Tentram”. Pada baris Ke 3 dari spanduk itu ditulis dengan kata kata “Solok Kota Kita”. Dibawah sekali ada kata kata ” TIDAK ADA PERSEKUSI DAN INTIMIDASI”.

Sore kemren itu memang seluruh elemen masyarakat di kota Solok, termasuk Ninik mamak dan Bundo Kanduang, mengadakan Unjuk rasa, mengecam dan meminta agar Dr Fiera Lovita, menghentikan ciutannya di media massa elektronik, surat kabar dan media Online, menimbulkan dampak gejolak sosial ditengah tengah masyarakat.

Ada 10 butir pernyataan sikap warga Solok yang mereka sampaikan diataranya, meminta dokter RSU Solok yang kini “didaulat” di Jakarta, agar IDI memeriksa mental psikologis sang dokter.

Seperti yang diberitakan, kasus ini menghangat setelah Dr Fiera Lovita, seorang dokter di RSU Solok, menulis status di media sosial Facebook, tentang pandangan dan pendapatnya mengenai kasus dugaan chat mesum pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

“Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara n 7 juta ummat yg siap mendampingimu, jangan run away lg dunk bib” “kadang fanatisme sudah membuat akal sehat n logika tdk berfungsi lagi, udah zinah, kabur lg, masih dipuja & dibela” “masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah, loh…dianya kaburr, mau di tabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani,” tulis Fiera, pada periode 19-21 Mei lalu.

Fiera menuturkan status di akun Facebook miliknya itu lalu ramai disebarkan, bahkan ditambahkan dengan kalimat-kalimat provokasi lainnya, sehingga menurut Dr Fiera, menyebabkan dia mendapatkan intimidasi dan teror dari sejumlah pihak.

Semua “nyanyian” Dr Fiera Lovita, ditanggapi serius oleh Kapolri dengan meminta pihak kepolisian Solok mengusut tuntas kasus main hakim sendiri (persekusi) terhadap dokter Fiera Lovita Sari oleh Front Pembela Islam (FPI) di sana, atau akan dikenakan sanksi pencopotan jabatan.

Stateman Kapolri akan menjatuhkan sanksi kepada Kapolresta Solok tidak sekedar “omong dong”. AKBP Susmelawati Rosya akhirnya benar benar dijatuhkan sanksi.

Sementara itu Unjuk yang Senin sore kemaren itu berlangsung aman dan damai, diakhiri dengan menyerahkan pernyataan sikap kepada Wakapolresta Solok. (YY)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *