Menu

Kapolres Tolikara Yang “Bela” Muslim Papua Kenapa Dicopot?

Pascainsiden Pembakaran Masjid, Kapolres Tolikara Dicopot

Pascainsiden Karubaga, Tolikara, yang terjadi Jumat (17/7), Kapolres Tolikara AKBP Suroso dicopot dari jabatannya dan diganti AKBP Musa Korwa. Serah terima jabatan berlangsung di aula Rastra Samara Polda Papua di Jayapura, Senin (27/7).

Pelantikan dipimpin Waka Polda Papua Brigjen Polisi Rudolf Roja, disaksikan sejumlah pejabat di lingkungan Polda Papua. Waka Polda kepada wartawan seusai memimpin sertijab kapolres menegaskan, AKBP Suroso bukan “dicopot” melainkan diganti karena pimpinan akan menugaskan yang bersangkutan di bagian inspektorat Polda Papua.

“AKBP Suroso tidak gagal dalam melaksanakan tugas sehingga dipercayakan menduduki jabatan baru,” kata Brigjen Pol Roja.

Insiden Tolikara yang terjadi saat umat Islam sedang melaksanakan sholat Id di halaman Koramil Karubaga, dengan melakukan pelemparan kepada jamaah hingga mengakibatkan aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan.

Tembakan peringatan yang dikeluarkan aparat keamanan itu mengakibatkan 11 orang mengalami luka, bahkan satu di antaranya meninggal setelah dievakuasi ke RSUD Dok Dua Jayapura. Sesaat setelah terjadi penembakan, mereka melakukan pembakaran terhadap puluhan kios yang akhirnya merembet ke mushala yang berada di sekitar kios yang terbakar.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/07/27/ns4mxl365-pascainsiden-pembakaran-masjid-kapolres-tolikara-dicopot

***

Kenapa Kapolres Tolikara dicopot?

Ada beberapa catatan kritis:

(1) – Saat kejadian Tragedi Tolikra, Kapolres Tolikara AKBP Suroso ikut sholat Ied.

(2) – Saat massa dari jemaat Gereja Injili (GIDI) menyerbu umat Islam yang sedang sholat Ied, polisi dibawah pimpinan Kapolres AKBP Suroso melakukan perlindungan terhadap jamaah umat Islam yang sedang sholat Id dan untuk menghentikan aksi massa GIDI dengan melakukan tembakan peringatan ke udara.

“Penembakan pertama itu adalah peringatan karena jamaah shalat Idul Fitri itu dilempari batu oleh massa pemuda gereja GIDI yang merupakan peserta acara seminar Internasional,” kata AKBP Suroso saat dikonfirmasi oleh wartawan di Kantor Polres Tolikara, Sabtu (25/7).

Dikatakan AKBP Suroso, sebenarnya massa GIDI telah tenang dan berhenti usai polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, tak lama berselang, massa kembali datang dengan jumlah yang lebih besar, yakni 500 orang. Mereka datang dari tiga arah, yaitu titik Giling Batu, BPD dan belakang Masjid Baitul Muttaqin.

(keterangan dari wartawan Jurnalis Islam Bersatu yang meliput ke Tolikara pasca Tragedi)

(3)Kapolres Tolikara: Saya Disuruh Lepas Songkok dan Juga Dipukul

Kapolres Tolkara, AKBP Suroso, SH mengungkapkan saat negoisasi dengan massa pemuda dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang merupakan para peserta Seminar Internasional (KKR) —pada Jum’at (17/7/2015) dirinya disuruh melepaskan songkok yang dipakainya.

“Saya disuruh untuk melepas songkok. Dan saya juga dipukul sekali di dada,” kata AKBP Suroso, SH kepada wartawan di Kantor Polres Tolikara, Sabtu (25/07/2015).

“Bisa jadi massa yang melakukan aksi itu bukan dari pemuda gereja GIDI Tolikara tetapi dari wilayah luar Tolikara. Sebab kalau orang sekitar Tolikara itu mereka pasti tahu dan kenal saya. Meskipun saya pakai kaos, atau tidak pakai baju dinas,” papar AKBP Suroso.

“Tetapi yang jelas itu kan massa dari gabungan dari gereja-gereja GIDI di seluruh Indonesia,” tegas AKBP Suroso.

Untuk itu, dalam kesimpulan sementaranya, AKBP Suroso menegaskan bisa jadi aksi anarkis massa dari pemuda gereja GIDI itu juga akibat provokasi dari pihak di luar gereja GIDI Karubaga, Tolikara.

(http://www.kiblat.net/2015/07/26/kapolres-tolikara-saya-disuruh-lepas-songkok-dan-juga-dipukul/)

(4) – Jokowi Undang Ketua GIDI Papua ke Istana Negara

Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengurus Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, Ketua GIDI Papua Lipiyus Biniluk mengatakan Jokowi memberikan arahan perdamaian di Papua. “Karena sudah lebih dari 50 tahun merdeka baru kali ini kejadian mencuat,” ujarnya di kantor Presiden, Jumat 24 Juli 2015. “Presiden memberikan arahan agar kami antarsesama pemuka agama menjaga perdamaian.”

(http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/24/078686307/jokowi-undang-ketua-gidi-papua-ke-istana-negara)

***

APAKAH Pencopotan AKBP Suroso dari jabatan Kapolres Tolikara karena beliau lebih “membela” Umat Islam? Apakah pencopotan itu juga merupakan permintaan dari pihak GIDI kepada Presiden Jokowi saat diundang ke Istana?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *